Pada postingan sebelumnya telah dijelaskan mengenai ruang lingkup Fisika Material, selanjutnya pada bagian ini akan dikemukakan
beberapa bentuk aplikasi material dalam bidang teknologi yang berkembang dewasa
ini.
(a)
Aplikasi Struktural
Aplikasi struktural adalah aplikasi yang membutuhkan material dengan unjuk
kerja (performance) mekanik yang baik
seperti kekuatan, kekakuan dan kemampuan menahan getaran, baik ketika material
tersebut terbebani maupun tidak. Ketika material terbebani (dalam keadaan terpakai), informasi
mengenai sifat mekanik secara akurat sangat diperlukan.
Aplikasi struktural ditemukan pada pembangunan
gedung, jembatan, jalan raya, pesawat terbang, kereta api, mobil, mesin,
satelit, raket tennis, perabot rumah dan lain sebagainya.
Selain sifat mekanik, material struktural
juga dirancang untuk memiliki sifat yang lain, seperti massa jenis yang kecil
(ringan) agar menghemat bahan bakar pada pesawat terbang dan mobil, dan untuk
kecepatan tinggi pada sepeda balap. Sifat lain yang tak kalah pentingnya adalah
resistansi korosi dan kemampuan untuk menahan suhu tinggi atau siklus termal
yang ekstrim ketika material dalam keadaan terpakai.
(b)
Aplikasi
Elektronik
Aplikasi elektronik meliputi aplikasi
kelistrikan, optik, dan kemagnetan karena sifat listrik, optik dan magnet umumnya
ditentukan perilaku elektron. Aplikasi kelistrikan dimanfaatkan untuk komputer,
divais elektronika, rangkaian listrik, divais thermolistrik, piezoelektrik,
robotik, mesin mikro, dan lain sebagainya. Aplikasi optik berkaitan dengan laser,
sumber cahaya, serat optik (material dengan daya serap optik kecil untuk
komunikasi dan penginderaan), absorber, pemantul dan transmisi radiasi
elektromagnetik, fotografi, fotocopy, penyimpan data optik, holografi, dan
pengendali warna.
Aplikasi
magnetik berkaitan dengan transformator, perekam magnetik, memori komputer
magnetik, sensor medan magnetik, pelindung magnetik, kereta levitasi magnetik,
penjejak magnetik untuk partikel, penyimpan energi magnetik, magnetic resonance imaging, dan
spektrometer massa. Perlu
dicatat bahwa untuk aplikasi elektronik, semua jenis material memberikan andil
yang signifikan. Material semikonduktor merupakan jantung elektronika dan
divais optoelektronika. Logam digunakan sebagi kabel penghubung, konektor,
kontak listrik, dan sebagainya. Polimer digunakan sebagai bahan dielektrik dan
pembungkus kabel. Keramik dipakai sebagai bahan kapasitor, divais
thermolistrik, divais piezoelektrik, dan serat optik.
(c)
Aplikasi Termal
Aplikasi termal meliputi perpindahan
panas, baik secara konduksi, konveksi atau radiasi. Perpindahan panas
diperlukan pada pemanasan dan pendinginan gedung, proses industri seperti sintering, casting dan annealing, lemari
pendingin untuk makanan dan minuman, pendinginan divais elektronika, dan lain
sebagainya.
Perpindahan panas dapat diperoleh
dengan penggunaan lebih dari satu mekanisme. Sebagai contoh, konduksi dan
konveksi paksa digunakan ketika sebuah fluida dipaksa mengalir melewati
pori-pori zat padat yang bersifat konduktor termal.
Konduksi termal melibatkan peran elektron, ion, dan/atau foton. Elektron dan ion bergerak dari titik bertemperatur tinggi ke titik bertemperatur rendah dan karena itu memindahkan energi panas. Fonon merupakan vibrasi (getaran) kisi kristal yang juga memindahkan energi panas. Konduksi di dalam logam ditentukan oleh jumlah elektron bebas pada kulit terluar atom penyusunnya. Untuk material intan, proses konduksi diatur oleh fonon, karena elektron bebas tidak tersedia, dan nomor atom karbon (C) yang kecil memperbesar vibrasi kisi. Sebaliknya, polimer merupakan konduktor panas yang buruk kerena elektron bebas tidak tersedia dan ikatan kimia sekunder (gaya Van der Waals) antara molekul sangat lemah sehingga sulit bagi fonon untuk bergerak dari molekul yang satu ke molekul lainnya. Keramik, di lain pihak, cenderung lebih konduktif daripada polimer, dan gerakan elektron dan/atau ion berperan pada konduksi termal.
Konduksi termal melibatkan peran elektron, ion, dan/atau foton. Elektron dan ion bergerak dari titik bertemperatur tinggi ke titik bertemperatur rendah dan karena itu memindahkan energi panas. Fonon merupakan vibrasi (getaran) kisi kristal yang juga memindahkan energi panas. Konduksi di dalam logam ditentukan oleh jumlah elektron bebas pada kulit terluar atom penyusunnya. Untuk material intan, proses konduksi diatur oleh fonon, karena elektron bebas tidak tersedia, dan nomor atom karbon (C) yang kecil memperbesar vibrasi kisi. Sebaliknya, polimer merupakan konduktor panas yang buruk kerena elektron bebas tidak tersedia dan ikatan kimia sekunder (gaya Van der Waals) antara molekul sangat lemah sehingga sulit bagi fonon untuk bergerak dari molekul yang satu ke molekul lainnya. Keramik, di lain pihak, cenderung lebih konduktif daripada polimer, dan gerakan elektron dan/atau ion berperan pada konduksi termal.
(b)
Aplikasi
Lingkungan
Aplikasi lingkungan berkaitan dengan
perlindungan lingkungan dari polusi. Perlindungan tersebut dapat berupa
pengeluaran pencemar (pollutant) atau
pengurangan jumlah pencemar yang dikeluarkan. Pengeluaran dapat dilakukan
dengan cara ekstraksi dari permukan zat padat (misalnya dengan karbon aktif). Pencemar
dapat dikurangi dengan mengganti material dan atau proses yang digunakan di
dalam industri misalnya dengan material biodegradable
(material yang dapat terdegradasi secara alami), dengan material yang dapat
didaur ulang, atau dengan mengganti sumber energi dari bahan bakar fosil ke
baterai, sel surya dan/atau hidrogen.
Selama
beberapa dekade material yang dikembangkan untuk aplikasi struktural,
elektronika, termal dan aplikasi lainnya tidak banyak mempertimbangkan masalah
pembuangan dan daur ulang. Dewasa ini disadari bahwa pertimbangan tersebut
mesti diambil pada saat pegembangan desain. Material untuk adsorpsi merupakan
inti pengembangan material untuk aplikasi lingkungan. Material ini meliputi karbon, zeolit,
aerogel dan material berpori lainnya. Kualitas yang diinginkan meliputi
kapasitas adsopsi yang besar, ukuran pori yang cukup besar relatif terhadap
ukuran molekul dan ion yang akan diserap dapat dibersihkan setelah dipakai.
Serat
karbon aktif sangat penting untuk mengktifkan partikel karbon di dalam fluida
dinamik. Akan tetapi material ini sangat mahal. Pori pada permukaan material
berperan sebagai lokasi adsorpsi. Secara umum, pori dapat berupa macropores (> 500 Ǻ), mesopores (antara 20 sampai 500 Ǻ), micropores (antara 8 sampai 20 Ǻ) dan
nanopores (< 8 Ǻ).
(d)
Aplikasi
Biomedis
Aplikasi biomedis berkaitan dengan diagnosa dan
kondisi perlakuan, penyakit, cacad, serta pencegahannya. Hal ini meliputi
implantasi (tulang pinggul, katup jantung, kulit, dan gigi), divais operasi dan
diagnosa, alat pemacu jantung, elektroda untuk mengumpulkan dan mengirimkan
signal optik atau listrik ke dalam tubuh, kursi roda, dan instrumen untuk
diagnosa dan analisis kimia (misalnya analisa darah dan air seni). Material
implantasi sangat menantang karena material tersebut harus bersifat biocompatible (misalnya terhadap darah),
tahan karat, tahan gesekan, dan tidak mudah aus.